Logo Datakita.co

BPBD Makassar Koordinasi Titik Rawan Banjir di 3 Kecamatan, Ini Rinciannya

Fadli
Fadli

Selasa, 13 Desember 2022 21:11

Dokumentasi: BPBD Kota Makassar melakukan kunjungan lapangan dalam rangka koordinasi titik rawan banjir yang ada di tiga kecamatan, belum lama ini.
Dokumentasi: BPBD Kota Makassar melakukan kunjungan lapangan dalam rangka koordinasi titik rawan banjir yang ada di tiga kecamatan, belum lama ini.

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melakukan kunjungan lapangan dalam rangka koordinasi titik rawan banjir di kantor kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Makassar.

“Kunjungan lapangan sekaligus koordinasi dengan pihak pemerintah kelurahan yang wilayahnya termasuk daerah rawan bencana di tiga kecamatan, yaitu Biringkanaya, Tamalanrea dan Manggala,” kata Koordinator Lapangan BPBD, Rachmat.

Dia merinci, untuk daerah di masing-masing kecamatan, sebarannya seperti Kecamatan Biringkanaya yaitu di Katimbang, Paccerakkang, Berua, Daya, Sudiang Raya, Laikang, Bakung, Pai, Sudiang dan Bulurokeng.

Sedangkan untuk Kecamatan Tamalanrea yaitu Buntusu, Tamalanrea Jaya dan Tamalanrea Indah.

“Kemudian di Kecamatan Manggala yaitu Batua, Antang, Bangkala, Manggala dan Tamangapa,” jelasnya.

Menurut dia kegiatan ini juga dalam rangka koordinasi aktivasi komando penanganan darurat bencana di masing-masing kelurahan.

“Aktivasi komando ini sebagai upaya kesiapsiagaan aparat pemerintah setempat dalam penanggulangan bencana. Ini juga sebagai bentuk koordinasi antara BPBD dengan kelurahan jika terjadi bencana di wilayahnya,” ujarnya.

Dalam kunjungan lapangan sekaligus koordinasi aktivasi komando, pihak BPBD turun langsung ke lokasi untuk memetakan titik-titik rawan bencana banjir sekaligus pengumpulan data pendukung kajian risiko bencana.

“Kita berharap aparat pemerintah di kelurahan bisa memberikan informasi titik rawan bencana di wilayahnya. Selain itu, data pendukung seperti jumlah jiwa, rumah, fasum dan fasos, serta titik-titik pengungsian bila terjadi bencana,” kata Rachmat saat ditemui di Carester Manggala, Selasa (13/12/2022).

Sementara itu, Kabid Kedarutan dan Logistik BPBD, Muhammad Ilham Idris mengatakan koordinasi dengan pihak kelurahan dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dilakukan pada titik-titik rawan bencana banjir.

“Data ini untuk menilai potensi risiko, mengidentifikasi kebutuhan serta membuat rekomendasi dalam rangka respon cepat penanggulangan bencana di daerah rawan bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, data kajian risiko bencana ini nantinya akan membantu BPBD dan kelurahan untuk memetakan titik rawan bencana banjir sebagai upaya pengurangan risiko bencana di wilayah terdampak.

“Adanya data kajian risiko bencana akan membantu dalam menyampaikan informasi terkait titik rawan bencana dan dampak yang diakibatkan jika terjadi bencana,” ucapnya.

Lanjut Ilham Idris, data kajian risiko ini juga merupakan sebuah hal yang sangat dibutuhkan dan perlu mendapatkan perhatian khusus, agar proses penanggulangan dan penangangan bencana dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

“Informasi mengenai kerawanan bencana itu perlu juga tersampaikan ke masyarakat, tetapi perlu kesadaran masyarakat juga pada saat terjadi cuaca ekstrem segera menyelamatkan diri ke tempat yang aman,” imbuhnya.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...
MAKASSAR03 Juni 2026 14:41
Petugas Gerak Cepat Angkut Sampah, Kini Pesisir Pantai Losari Kembali Bersih
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak merespons laporan aduan di media sosial (medsos) terkait tumpukan sampah yan...
MAKASSAR03 Juni 2026 11:58
Munafri Lantik 167 PNS, Minta ASN Baru Bangun Arah Karier dan Jadi Pelayan Masyarakat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik sebanyak 167 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 lingkup Pemeri...