Belum Ditemukan Pemudik di Sulsel Positif Covid-19
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Dinas Kesehatan Sulsel menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan acak ke pengendara jalan saat proses pelarangan mudik. Hasilnya, hingga kini belum ditemukan ada pemudik yang positif virus corona (Covid-19).
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari menyebut ada 10 titik penjagaan pemeriksaan di perbatasan provinsi maupun kabupaten kota, diantaranya perbatasan Sulsel-Sulbar, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Wajo, Pinrang, Toraja, Toraja Utara, dan Bone.
Masing-masing titik memeriksa maksimal 50 pengguna jalan. Petugas dinas kesehatan melakukan tes atau rapid antigen secara random.
“Jadi sejak kemarin (pelarangan mudik) kita memantau perbatasan provinsi, karena kita tahu kenapa itu menjadi kebijakan kita dalam Provinsi Sulawesi Selatan angka kita kan rendah ya, jadi antara kabupaten tidak kita lakukan, cuman perbatasan antara provinsi,” ucap Ichsan Mustari.
Meski tidak ditemukan kasus positif, namun sempat terjadi insiden adanya pejabat yang tak mau diperiksa. Setelah diedukasi oleh petugas, pejabat tersebut akhirnya dirapid antigen dengan hasil negatif.
“Alhamdulillah laporan yang kita terima belum ada yang positif, kemarin ada insiden sedikit, di salah satu pelabuhan tidak mau diperiksa, ada pejabat, tapi dipaksa diperiksa alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.
“Kalaupun ada yang positif, kabupaten kota telah menyiapkan ruang atau tempat isolasi di kabupaten masing-masing, Gowa juga ada dikembalikan, yang pasti mereka tidak bisa masuk ke provinsi kalau terkonfirmasi positif,” ujar Ichsan Mustari.
Satgas Pusat: 264 Pemudik Positif
Sementara itu, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa berdasarkan data sementara dari pelaksanaan Operasi Ketupat per tanggal 15 Mei 2021, secara nasional terdapat sedikitnya 264 pemudik Lebaran 2021 yang positif COVID-19.
“Berdasarkan laporan pelaksanaan Operasi Ketupat per 15 Mei 2021, ada sebanyak 419.969 kendaraan diputar balik. Sedangkan untuk testing dilaksanakan 77.068 kali, 264 di antaranya positif COVID-19,” jelas Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/5/2021).
Wiku menjelaskan, jumlah 264 orang yang positif itu sama dengan 0,34 persen dari pelaku perjalanan secara nasional.
“Pemerintah terus memperbaharui data di lapangan dan akan melaporkan kepada publik,” katanya.