Logo Datakita.co

Ari Ashari Ilham Nilai Tenaga Pendidik Perlu Disejahterakan

Aditya
Aditya

Kamis, 12 November 2020 14:19

Anggota DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Aerotel Smile, Kamis (12/11/2020).
Anggota DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Aerotel Smile, Kamis (12/11/2020).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Masih banyak tenaga pendidik yang mengajar di Sekolah bergaji minim, termasuk di Kota Makassar. Padahal, peran guru sangat vital untuk sistem pendidikan. Seyogyanya, tenaga pendidikan perlu disejahterakan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham usai melaksanakan kegiatan sosialisasi penyebarluasan informasi dan produk hukum terkait Perda nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Pendidikan, di Aerotoel Smile, Kamis (12/11/2020).

“Banyak sekali memang keluhan dari tenaga pengajar khususnya tingkat kesejahteraan. Apa yang mereka dapatkan masih minim bahkan tidak bisa menutupi biaya operasionalnya pulang-pergi ke sekolah,” ungkap Ari Ashari Ilham.

Sehingga, kata Sekertaris NasDem Kota Makassar, perlu regulasi baru untuk memperkuat dan mendukung perihal perbaikan kesejahteraan tenaga guru. Tidak hanya itu, aturan tersebut berguna melindungi guru.

“Saya kira memang perlu aturan baru soal kesejahteraan para guru di Kota Makassar. Insya allah kita akan gagas,” tegasnya.

Sambung Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Makassar ini, Perda ini telah diketuk setahun namun masyarakat Kota Makassar masih banyak yang belum mengetahui. Terutama, status pindah wewenang tingkat SMA/SMK ke Provinsi.

“Pemerintah dan Dewan sama-sama mensosialisasikan perda ini. Dinas Pendidikan terkhusus karena ini di area mereka,” tandasnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Army Putra Makmur Hatta menilai penyelenggaraan pendidikan harus merata baik dari sarana maupun prasarana. Sehingga, lahirlah sistem zonasi yang bertujuan mewujudkan hal tersebut.

“Kenapa (zonasi) dilakukan pemerintah. Tujuannya, tidak ada lagi sekolah unggulan, tidak ada lagi terkumpul orang cerdas,” ujar Army.

Selain itu, Army mengimbau agar orang tua jangan malu menyekolahkan anak di sekolah swasta. Sebab, tidak ada jaminan anak bisa berkualitas jika mendapat pendidikan di sekolah negeri dan sebaliknya.

“Ijazah sebagai pengantar. Tapi bagaimana interaksi sosial anak-anak,” katanya.

Selain Army Putra Makmur Hatta, pada kegiatan sosialisasi perda nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pendidikan ini menghadirkan narsumber Zainuddin Djala yang merupakan akademisi. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN25 November 2020 23:32
Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi PPPK pada 2021, Ini Penjelasan Mendikbud
JAKARTA, DATAKITA.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan semua guru honorer di sekolah negeri dan swasta berkesempatan...
MAKASSAR25 November 2020 22:54
Sulsel Jadi Contoh Nasional Penanganan Covid-19, Nurdin: Harus Dipertahankan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Penanganan covid-19 di Sulsel yang menjadi contoh nasional harus terus dipertahankan dengan komitmen bersama seluruh ele...
POLITIK25 November 2020 22:34
Survei Capres: Prabowo Masih Teratas, Elektabilitas Habib Rizieq Ungguli Anies
JAKARTA, DATAKITA.CO – Center for Political Communication Studies (CPCS) mencatat elektabilitas Prabowo Subianto naik dalam survei calon preside...
POLITIK25 November 2020 17:43
Peserta Pilkada Diminta Hindari Kampanye Tatap Muka
JAKARTA, DATAKITA.CO – Badan Pengawas Pemilu terus mengingatkan peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 untuk menghindari penggu...