Logo Datakita.co

Apiaty Amin Syam Soroti Pendidikan di Makassar Masih Minim Kualitas

Aditya
Aditya

Sabtu, 29 Juli 2023 16:46

Anggota DPRD Makassar, Apiaty Amin Syam sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel ASTON, Jl Sultan Hasanuddin, Sabtu (29/7/2023).
Anggota DPRD Makassar, Apiaty Amin Syam sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel ASTON, Jl Sultan Hasanuddin, Sabtu (29/7/2023).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Apiaty K Amin Syam menyoroti masalah pendidikan yang ada. Termasuk mengenai kualitasnya yang masih kurang.

Demikian disampaikannya saat Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel ASTON, Jl Sultan Hasanuddin, Sabtu (29/7/2023).

Legislator dari Fraksi Golkar ini memandang berbagai aspek di pendidikan masih butuh pembenahan. Misalnya saja sumber daya manusia dalam hal ini guru.

“Berkali-kali kami menyampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk peningkatan kualitas guru salah satunya di dalamnya sertifikasi. Itu harusnya dianggarkan,” ujar Apiaty.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini mengatakan bahwa guru yang kurang perhatikan mesti jadi perhatian pemerintah kota. Sebab, tolak ukur bagus tidaknya pendidikan salah satunya adalah guru.

“Begitu juga dengan sekolah yang mau di akreditasi, itu harus ada guru yang disertifikasi. Makanya setidaknya Dinas Pendidikan usahakan untuk ada anggarannya,” tambahnya.

Selain itu, Apiaty meminta sarana dan prasarana sekolah harus dibenahi. Tidak hanya sekadar memenuhi kuota siswa namun ruang kelas tidak memadai.

“Bahkan ada lab yang dijadikan ruang kelas hanya karena memaksa anak-anak untuk masuk,” tukas Apiaty.

Komisaris Utama PSM Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin juga menilai Makassar masih tertinggal soal pendidikan. Siswa saat ini dinilai kurang dalam hal pendidikan karakter.

“Yang kita juga mau ajarkan kepada anak-anak kita adalah bagaimana karekter dan akhlaknya, bagaimana menaati aturan yang ada. Itu yang kurang,” ucapnya.

Ketua Golkar Makassar ini juga memandang bahwa perda penyelenggaraan pendidikan perlu diterapkan lebih baik lagi. Tidak hanya untuk dibaca.

“Bahasanya sangat indah tapi implementasinya yang kurang. Kita butuh penerapannya yang baik sehingga pendidikan kita bagus,” lanjut Appi.

Prof Syamsuddin Hasan yang juga selaku narasumber sosialisasi perda juga menilai hal yang sama terjadi pada pendidikan tinggi. “Di pendidikan tinggi, di kampus juga sama, ada uang ada kualitas,” ujarnya.

“Sama seperti modal di usaha, kampus juga butuh anggaran untuk peningkatan kualitas. Makanya di sekolah pun perlu dianggarkan seperti kesejahteraan guru,” tukas Prof Syamsuddin. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...