Logo Datakita.co

Apiaty Amin Syam Ajak Warga Manfaatkan Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Aditya
Aditya

Rabu, 29 November 2023 16:22

Anggota DPRD Makassar, Apiaty Amin Syam sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah, di Hotel Maxone, Jl Taman Makam Pahlawan, Rabu (29/11/2023).
Anggota DPRD Makassar, Apiaty Amin Syam sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah, di Hotel Maxone, Jl Taman Makam Pahlawan, Rabu (29/11/2023).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Apiaty K Amin Syam menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah, di Hotel Maxone, Jl Taman Makam Pahlawan, Rabu (29/11/2023).

Dalam sosialisasi ini, Apiaty mengundang dua narasumber. Ialah akademisi dari Universitas Islam Makassar, Andi Kasirang T Baso, dan akademisi Universitas Hasanuddin, Heliawaty CH Lakare.

Legislator dari Fraksi Golkar ini menekankan bahwa sampah bisa disulap menjadi barang bernilai. Bahkan bisa dijual untuk mendapatkan uang.

“Jangan sepelekan sampah. Itu bisa menjadi barang bernilai ekonomis, nantinya bisa kita jual jadi lumayan untuk uang tambahan,” katanya.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat mencontohkan Jepang sebagai negara yang paling bersih. Di sana, warga mengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

“Di Jepang itu saya pernah kesana, warga itu sudah pintar mengelola sampahnya. Jadi kalau memang dilihat berguna maka diolah,” tambahnya.

Apiaty berharap semuanya paham terkait pentingnya mengelola sampah. Sebab, masalah ini tidak bisa selesai jika hanya dilakukan pemerintah.

“Karena keterlibatan masyarakat disini juga penting. Jadi kami harap dibaca baik-baik perdanya,” pungkasnya.

Akademisi dari Universitas Islam Makassar, Andi Kasirang T Baso menjelaskan warga bisa menerapkan 3R dalam mengelola sampah. Adalah Reduce, Reuse, Recycle.

“Kita bisa mengelola ini mendaur ulang yang ada pada 3R. Daur ulang ini maksudnya kita ubah sampah menjadi barang yang bernilai,” ujarnya.

“Mendaur ulang itu penting. Kalau bisa kita terapkan karena sampah tidak bisa lagi menampung di Tempat Pembuangan Akhir,” tambah Andi Kasirang.

Begitu juga yang disampaikan Akademisi Universitas Hasanuddin, Heliawaty CH Lakare. Ia mengatakan sampah bisa menjadi bisnis baru untuk menghasilkan cuan.

“Ini bisa menjadi model bisnis baru
Biasanya itu sampai anorganik itu yang bisa dikelola seperti plastik. Kalau organik itu akan susah,” ujarnya.

“Kita bisa buat cenderamata, jadi plastik itu bisa dibuat apa saja yang menarik kemudian ditawarkan,” tutup Heliawaty CH Lakare. (*)

 Komentar

 Terbaru

PENDIDIKAN04 Juni 2026 14:38
Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan capaian Ind...
PENDIDIKAN04 Juni 2026 09:24
Unhas Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber ...
MAKASSAR03 Juni 2026 23:22
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Integrasikan Pengolahan Sampah dan Urban Farming
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan penguatan ketahanan pangan terus didorong Pemerintah Kota Makassar. Hal terseb...
MAKASSAR03 Juni 2026 17:54
Gaji Dosen Mentan Amran Diserahkan ke Mahasiswa Yatim Piatu
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyerahkan seluruh gaji yang masuk melalui rekeningnya selama menjadi ...