Logo Datakita.co

Andi Sudirman Berharap Pembebasan Lahan Jalur Kereta Api Segera Diselesaikan

Fadli
Fadli

Rabu, 25 Agustus 2021 15:20

Ilustrasi: foto: int
Ilustrasi: foto: int

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemkab Maros bersama Pemprov Sulsel melakukan rapat monitoring terkait pembebasan lahan ruas Maros dan Pangkep untuk pembangunan kereta api Makassar-Parepare.

Rapat digelar tertutup di ruang rapat bupati Maros, Selasa (24/8).

Seusai rapat, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembayaran ganti rugi lahan akan dilakukan di Maros.

“Sebenarnya lahan ini kan parsial-parsial, jadi konsinyasi itu ada 180 bidang, di Pangkep itu. Kemudian empat persen nanti kita target sembilan kabupaten itu konsinyasi atau pembebasan lahan dilakukan di Maros,” kata Sudirman, Rabu (25/8).

Ia menambahkan adanya beberapa beberapa pihak yang tidak berkepentingan yang mencoba untuk memprovokasi menjadi penyebab terhambatnya proses pembebasan lahan.

“Respon masyarakat di Maros dan Pangkep sebenarnya sangat bagus. Hanya saja, ada beberapa pihak yabg tidak berkepentingan yang kadang menjadi hambatan dalam pembebasan lahan,” paparnya.

Andi Sudirman berharap proses pemembebasan lahan dapat segera diselesaikan, agar proses pembangunan kereta api dapat segera dilancarkan.

“Kita tidak mau proyek 10 triliun lebih ini tertunda lagi,” sebutnya.

Bila moda transportasi ini mulai beroperasi, tentunya dapat berperan penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Padahal kereta api ini kan kalau sudah jadi bisa peningkatan wilayah ekonomi Pangkep, Maros, Barru hingga Parepare, lebih cepat dalam proses pengiriman barang dan jasa,” katanya.

Sudirman pun meminta bantuan masyarakat agar mendukung program ini. “Makanya saya meminta kepada masyarakat Maros dan Pangkep agar mendukung program ini sepenuhnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Jumardi menjelaskan untuk wilayah Mandalle hingga Mandai dengan panjang 60 Km menelan dana hingga Rp2,9 triliun.

“Pembebasan lahan sekarang kalau Pangkep sudah 98 persen, bahkan yang lain-lainnya itu sudah 100 persen. Dalam artian semuanya dibayar, karena ada yang dititip di pengadilan. Kemudian di Maros 80 persen dibayar,” paparnya.

Ia pun optimis hingga akhir September nanti, 95 persen lahan di Maros akan segera terbayarkan. Targetnya, kereta api ini untuk mengangkut barang akan mulai beroperasi pada Juni 2022.

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR19 April 2026 15:58
Embarkasi Makassar Berangkatkan 43 Kloter, Kloter I Terbang ke Madinah 22 April
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan jadwal lengkap penyelenggaraan haji 2026. Jemaah calon haji (JCH)...
MAKASSAR19 April 2026 08:10
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan silaturahmi Kementerian Sosial RI, bersama pemerintah Provinsi...
OLAHRAGA18 April 2026 23:35
Dikalahkan Borneo FC, PSM Tetap di Peringkat 13 Klasemen Super League
PAREPARE, DATAKITA.CO – PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026, setelah dikalahkan Borneo FC. ...
MAKASSAR18 April 2026 20:45
Waspada! Nama Aliyah Mustika Ilham Dicatut untuk Penipuan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap marakn...