MAKASSAR, DATAKITA.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan layanan transportasi umum Trans Sulsel akan mulai beroperasi pada tahun 2026 dengan menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan, menyusul berakhirnya program Teman Bus Mamminasata yang sebelumnya dibiayai APBN.

Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menjelaskan bahwa sejak tahun 2025 kewenangan pengelolaan Teman Bus telah dilimpahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi.
“Jadi memang per tahun 2025 Teman Bus ini yang menggunakan APBN itu sudah dilimpahkan kewenangannya ke pemerintah provinsi. Alhamdulillah untuk tahun 2026 ini, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah provinsi tetap memberikan porsi anggaran untuk pelayanan transportasi umum kepada masyarakat Sulawesi Selatan lewat program Trans Sulawesi yang meng-cover beberapa koridor yang dulu menjadi koridor Teman Bus,” ujar Andi Rachmatika Dewi, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga :
Ia menegaskan, Trans Sulsel akan tetap melayani masyarakat pada tahun 2026 ini meski kondisi fiskal daerah cukup terbatas.
“Dan insya Allah akan mulai beroperasi tahun 2026 menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Terkait pengelolaan transportasi umum, Andi Rachmatika menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya di wilayah Mamminasata.
“Untuk transportasi umum ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota karena wilayah yang dilalui menyentuh beberapa daerah. Jadi memang perlu kerja sama untuk memaksimalkan pelayanan, terutama di kawasan Mamminasata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sulsel, Setiawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelesaikan kelengkapan dokumen sebagai tahap awal menuju proses pengadaan dan operasional.
“Habis ini saya kembali ke kantor gubernur, ke Barjas, untuk menyelesaikan dokumen-dokumen yang memang masih belum lengkap,” ungkap Setiawan.
Ia memastikan Trans Sulsel akan segera dioperasikan setelah seluruh proses administrasi rampung.
“Sesegera mungkin kami akan mengoperasikan Trans Sulsel,” tambahnya.
Menanggapi keluhan terkait standar kualitas dan fasilitas bus pada layanan sebelumnya, Dishub Sulsel telah melakukan evaluasi terhadap operator lama.
“Sudah kami membuat surat ke operator sebelumnya untuk dilakukan perbaikan. Ini menjadi bahan monitoring dan evaluasi agar perbaikan ke depan sesuai dengan masukan yang kami terima,” katanya.
Terkait pramudi, Setiawan menyebut perekrutan akan menjadi kewenangan operator baru, dengan harapan tetap melibatkan tenaga yang telah berpengalaman.
“Itu kembali ke operator nanti berikutnya untuk merekrut. Harapannya sih pramudi yang direkrut memang sudah berpengalaman,” ujarnya.
Selain itu, Dishub Sulsel juga membuka peluang penambahan rute ke depan agar layanan Trans Sulsel tidak hanya terbatas di kawasan Mamminasata.
“Harapannya tentu bisa melayani masyarakat, bukan hanya Mamminasata, tapi seluruh Sulawesi Selatan,” pungkasnya.








Komentar