Logo Datakita.co

Andi Rachmatika Dewi Harap Peningkatan Mutu Pendidikan

Aditya
Aditya

Jumat, 30 April 2021 20:05

Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi sosialisasikan Perda Wajib Belajar Pendidikan Menengah, di Gedung Poltekkes, Jl Tamalate Raya, Jumat (30/4/2021).
Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi sosialisasikan Perda Wajib Belajar Pendidikan Menengah, di Gedung Poltekkes, Jl Tamalate Raya, Jumat (30/4/2021).

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi menggelar sosialisasi peraturan daerah nomor 2 tahun 2017 tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Gedung Poltekkes, Jalan Tamalate Raya, Jumat (30/4/2021).

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi B DPRD Sulsel itu mengajak peserta untuk turut serta menyebarluaskan Perda yang dibuat empat tahun lalu. Sebab, regulasi ini dianggap belum dipahami oleh masyarakat Sulsel khususnya di Makassar.

“Maksud dibuatkan perda ini untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan mewujudkan pendidikan yang bermutu,” ungkap Andi Rachmatika Dewi.

Ketua NasDem Kota Makassar itu menjelaskan ada beberapa tujuan regulasi sehigga hal ini dinilai penting untuk disebarluaskan. Yakni, mendorong angka partisipasi murni dan kasar peserta didik. Kemudian, meningkatkan perluasan akses pendidikan.

“Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu minimal sampai jenjang pendidikan menengah,” tukasnya.

Minimal, kata Cicu—peserta didik bisa mengembangkan potensi dirinya agar dapat hidup secara mandiri secara layak didalam masyarakat dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pendidikan menengah ini kalau kategori formal seperti SMA, Madrasah Aliyah dan atau SMK,” pungkasnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Ivan Paembonan mengatakan, dirinya mencatat beberapa hal mengenai Perda nomor 2 tahun 2017. Diantaranya, setiap peserta didik lulusan pendidikan dasar wajib mengikuti Pendidikan Menengah.

“Peserta didik juga diwajibkan menuntaskan pendidikan menegahnya,” jelasnya.

Kemudian, lulusan pendidikan dasar dapat menyelesaikan pendidikannya melalui program Paket B dan Paket C. Setiap orang tua atau wali wajib menyekolahkan anaknya dan/atau anak walinya sampai lulus pendidikan menengah.

“Peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan, dapat diberikan bantuan biaya pendidikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini pemerintah Provinsi,” pungkasnya.

Dijelaskan Ivan, Pendidikan itu memang sangat penting. Ia bercerita Tahun 1945 Indonesia merdeka lepas dari penjajahan. Saat itu Jepang luluh lantak, boleh dikata semua dimulai dari nol. Tapi saat ini, Jepang sudah menjadi Negara maju, sementara Indonesia masih akan menjadi Negara maju.

“Begitulah kalo bangsa yang memang mau belajar dan sangat sadar bahwa pendidikan itu akan membawa kesejahteraan bagi diri pribadi dan tentunya untuk bangsa dan negaranya,” jelasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

MAKASSAR16 Mei 2021 00:11
AGH Sanusi Baco Wafat, Andi Sudirman: Beliau Sosok Teladan bagi Kita Semua
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Sulawesi Selatan (Sulsel) berduka. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, AGH KH Sanusi Baco LC meninggal dunia, Sabtu ...
MAKASSAR15 Mei 2021 23:20
Innalillahi, Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco Wafat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Anregurutta Haji (AGH) Sanusi Baco, LC tutup usia. Ketua Majelis Ulama Indones...
BERITA15 Mei 2021 22:32
Rumah Warga Sinjai Terdampak Longsor, Camat: Korban Bersedia Direlokasi
SINJAI, DATAKITA.CO – Sebuah rumah di Dusun Manubbu, Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, terdampak longsor pada Jumat pagi (14/5/2021). Sebelum...
DAERAH15 Mei 2021 19:27
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Gowa Ludes Dilalap Api
GOWA, DATAKITA.CO – Musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Gowa. Sebuah rumah yang terletak di Jalan Matahari, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Som...