Logo Datakita.co



65 Persen Warga Sulsel Sudah Gunakan Pertalite

Fadli
Fadli

Kamis, 30 September 2021 11:04

ilustrasi: int
ilustrasi: int

MAKASSAR, DATAKITA.CO – Berkurangnya peredaran BBM jenis premium di pasaran merupakan realisasi Program Langit Biru atau PLB yang dicanangkan Pertamina.

Senior Supervisor Communication and Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk edukasi Pertamina kepada masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

“Kendaraan tahun 2000-an ke atas itu sudah seharusnya mengisi BBM dengan minimal oktan 90 atau setara Pertalite. Premium itu kan sudah dari zaman orde baru, dan memang itu dulu diproduksi untuk kendaraan masa dulu yang memang oktannya masih 88,” ungkap Taufiq, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, program tersebut dijalankan berdasarkan Perpres tahun 2014 perihal pendistribusian BBM dan peraturan menteri LHK terkait emisi gas buang kendaraan yang mensyaratkan minimal nilai oktan 91.

“Sekarang perkembangan teknologi kendaraan sudah berkembang pesat. Sudah ada teknologi injeksi, turbo, yang menuntut oktan 92 setara Pertamax. Apalagi sekarang sudah ada kendaraan listrik jadi memang kita bergerak cepat, kita berada di masa transisi energi sama seperti minyak ke gas,” jelasnya.

Taufiq menjelaskan, di Sulsel, masyarakat cukup antusias menyambut program ini. Konsumen di Sulsel lebih memilih BBM berkualitas ditunjukkan dengan fakta bahwa konsumsi 65 persen BBM sudah Pertalite.

“35 persennya itu masih Premium. Itu per Agustus 2021 sebelum dilaksanakan perluasan Program Langit Biru,” terangnya.

Melalui surat edaran, sejumlah kepala daerah juga disebut sudah mulai menyadari pentingnya menggunakan BBM yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Bahkan Kabupaten Selayar dikecualikan dari Program Langit Biru karena kepala daerahnya memilih langsung untuk menggunakan Pertamax di wilayahnya. Kendati demikian, Taufiq menegaskan Pertamina masih tetap menyalurkan BBM jenis premium di daerah 3T, dan khusus bagi kalangan tertentu.

“Premium itu di depot masih ada. Kita masih menyalurkan premium bagi kalangan tertentu yang menurut kita lebih prioritas untuk mendapatkan subsidi seperti nelayan, petani, dan UMKM, juga masih disalurkan daerah 3T seperti di daerah kepulauan di Pangkep dan Seko,” urainya.

Selama Program Langit Biru berjalan, Pertamina memberi potongan harga untuk BBM jenis Pertalite. Per liternya dihargai senilai Rp6.850, yang sebelumnya senilai Rp7.850.

Terpisah, Teknisi otomotif, Silvi menyampaikan, nilai oktan pada BBM menunjukkan seberapa baik bahan bakar mencegah ketukan pada proses pembakaran bensin.

“Nilai oktan Pertalite lebih tinggi dari Premium jadi memang cocok untuk digunakan pada mesin-mesin yang diproduksi di tahun 2000-an. Semakin tinggi nilai oktan BBM yang dipakai, mesin juga akan lebih awet,” jelasnya.

 Komentar

 Terbaru

BERITA11 Agustus 2022 18:39
Lantik Putri Dakka Jadi Ketua NasDem Luwu Utara, Rusdi Masse: Perempuan Tangguh yang Punya Keihlasan
LUWU UTARA, DATAKITA.CO – Putri Dakka resmi memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Pengusaha cantik asal Luwu Raya itu dilanti...
OLAHRAGA11 Agustus 2022 15:58
PSM Makassar Masuk Final AFC Cup 2022, Gubernur: Masyarakat Sulsel Bangga
MAKASSAR, DATAKITA.CO – PSM Makassar memberikan kado indah kepada Indonesia khususnya Sulsel menjelang 77 Tahun Kemerdekaan RI. PSM berhasil mas...
DAERAH10 Agustus 2022 18:58
Bupati Bantaeng Perkenalkan Produk Lokal Cokelat Sehat “Chocotua”
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Bupati Kabupaten Bantaeng, Ilham Syah Azikin memperkenalkan produk premium Industri Kecil Menengah (IKM) Chocotua dihapa...
BERITA10 Agustus 2022 17:05
Mendagri Puji Walikota Makassar Atas Keberhasilan Kendalikan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
PADANG, DATAKITA.CO – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyebut nama Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkali-kali saat ...