MAROS, DATAKITA.CO – Pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai diberlakukan di Kabupaten Maros. Untuk tahap awal, uji coba dilakukan di 5 sekolah.

Rabu pagi (21/4/2021), Bupati Maros HAS Chaidir Syam dan Wakil Bupati Hj Suhartina Bohari berkunjung ke Kecamatan Lau, untuk membuka pembelajaran tatap muka untuk jenjang pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan, penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terhadap 5 sekolah atau satuan pendidikan ini merupakan pilot project. Jika berhasil, hal serupa akan diterapkan di sejumlah sekolah lainnya secara bertahap.
Baca Juga :
Namun demikian, Bupati menegaskan tidak akan memaksakan penerapannya secara menyeluruh, hal ini hanya jika memungkinkan setelah melalui tahapan screening dan penilaian secara ketat berdasarkan tahapan dan kriteria yang telah ditetapkan.
Sekadar diketahui, kelima sekolah tersebut telah memenuhi 25 persyaratan yang harus dilalui secara ketat agar dapat menerapkan proses pembelajaran secara langsung (tatap muka) di masa Pandemi Covid-19.
Bupati menuturkan, Pemerintah Daerah memilih momen yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini tanggal 21 April ini untuk memulai pembelajaran tatap muka secara bertahap.
Bupati berharap pandemi Covid-19 yang telah berlangsung setahun ini dapat segera berakhir.
Usai menyampaikan sambutan, Bupati dan Wakil Bupati Maros menyerahkan penghargaan kepada kelima kepala sekolah yang sekolahnya terpilih untuk menerapkan pembelajaran secara tatap muka yakni Kepala TK Pertiwi Camba Kecamatan Camba, Kepala TKN 10 Pusat PAUD Kuncup Mekar Kecamatan Camba, Kepala SDN 64 Malaka Kecamatan Cenrana, Kepala SDN 107 Langkeang dan Kepala SMPN 40 Langkeang Kecamatan Lau.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan fasilitas kesehatan kepada kelima sekolah tersebut berupa masker, face shield, hand sanitizer, sabun cair dan tissue untuk digunakan selama proses belajar mengajar berlangsung.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan H Takdir, Plt Kadis Kesehatan Muhammad Yunus, Plt Camat Lau dan kelima kepala sekolah yang jadi lokasi pilot project pembelajaran secara tatap muka.








Komentar