Logo Datakita.co

250 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akan Diproduksi secara Bertahap

Fadli
Fadli

Rabu, 21 Oktober 2020 12:16

ilustrasi vaksin covid-19 (int)
ilustrasi vaksin covid-19 (int)

JAKARTA, DATAKITA.CO – PT Bio Farma (Persero) menyatakan mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 250 juta dosis secara bertahap.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa persiapan sebelum produksi vaksin usai mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).

“Tentu persiapan dari awal sudah dipersiapakan. Ada quality control. Semua dilakukan secara hati-hati sesuai standard mutu,” ujar Bambang Heriyanto dalam talk show ‘Menjemput Asa Vaksin Covid-19’ di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, belum lama ini.

Bambang menjelaskan bahwa jumlah produksi vaksin ini tidak bisa langsung mengacu kapasitas maksimal 250 juta dosis, tetapi dilakukan secara bertahap setiap bulan.

“Sekitar 16 juta dosis sampai 17 juta dosis per bulan yang bisa diproduksi tergantung waktu suplai dari Sinovac,” papar Bambang, dilansir dari CNN Indonesia.

Bambang menceritakan progres vaksin sudah memasuki uji klinis tahap ketiga di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 1.620 orang relawan yang mendapatkan suntikan vaksin pertama sudah dinyatakan selesai semua. Kemudian berlanjut suntikan kedua pada 1.724 orang relawan dan 671 orang di antaranya sudah diambil darahnya.

Bambang menambahkan, seluruh proses tersebut diharapkan selesai pada awal tahun depan.

“Ini semua akan selesai di awal bulan Januari 2021,” tuturnya.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh, dapat melalui suntik ataupun tetes.

Setelah proses tersebut, tubuh bereaksi membentuk imunitas atau antibodi sehingga dapat melakukan perlawanan saat tertular virus corona. Sementara itu, imunisasi sendiri adalah proses ketika tubuh dapat memunculkan kekebalan tubuh karena terbentuknya antibodi terhadap imun yang dituju.

Menurut Wiku, orang yang mendapatkan vaksinasi adalah orang sehat yang berisiko tinggi seperti dokter, tenaga kesehatan, perawat yang setiap hari berinteraksi dengan pasien Covid-19, serta kelompok yang memberikan pelayanan publik yang memiliki risiko bersentuhan dengan banyak orang.

Terkait skema penyebaran vaksin, Wiku menjelaskan akan menentukan prioritas karena stok vaksin tidak datang dalam jumlah yang lengkap.

“Karena produksi bertahap jadi pemberiannya pun dilakukan berdasarkan prioritas. Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan pada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah,” jelasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

OLAHRAGA22 Juli 2024 10:01
PSM vs Persis di Piala Presiden Hari Ini, Bernardo Tavares Akan Mainkan Pemain Asing Baru
BANDUNG, DATAKITA.CO – PSM Makassar pada pertandingan perdana Piala Presiden 2024 harus menelan kekalahan dari tim tuan rumah Persib Bandung den...
MAKASSAR21 Juli 2024 23:56
Adnan Dilantik Kembali Jadi Ketua PMI Sulsel, JK Minta Bekerja dengan Cepat
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Setelah kembali terpilih memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2023-2028 beberapa wakt...
POLITIK21 Juli 2024 21:14
Imam Musakkar Ingin Semua Anak di Makassar Cerdas Melalui Pendidikan
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 20...
POLITIK21 Juli 2024 17:58
Demokrat Serahkan Rekomendasi ke ASS-Fatma, Buka Jalan Bentuk Koalisi Gemuk di Pilgub Sulsel
MAKASSAR, DATAKITA.CO – Partai Demokrat resmi mengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) pada Pemilihan Gubernur (Pil...